Short Afternoon Nap
Kalau kita berbicara tentang tidur siang atau melihat seorang dewasa sedang enak-enaknya tidur siang apa yang terlintas di benak kita? Mungkin:
- “Orang ini sepertinya gak ada kerjaan sampe bisa tidur siang.”
- “Kayak anak kecil aja, masih tidur siang.”
- “Dasar Pemalas!”
Terus terang saya juga dulunya termasuk yang berpendapat demikian. Saya mengangap orang yang tidur siang adalah mereka yang menyia-nyiakan waktu-waktu produktif. Sampai pada suatu saat ketika saya “merantau” ke Singapura, saya terkejut dengan kebiasaan beberapa rekan kerja saya. Setelah makan siang mereka tidak langsung kembali bekerja tetapi melakukan afternoon sleep sebentar. Selain itu juga mereka sangat menghidari diri dari meminum kopi setelah makan siang.
Suatu saat, rekan kerja saya melihat saya tidak melakukan short afternoon sleep dan lebih memilih duduk di depan komputer dengan ditemani segelas kopi, lalu dia berkata pada saya, “Too much caffeine isn’t good for your health, leh. Sleep when you feel asleep!” dengan gaya singlish yang khas. “Well, I still have so much things to do.” jawab saya dengan singkat. “Just take a short nap, lar! 15 to 30 minutes and you won’t need this anymore“, katanya sambil menunjuk ke gelas kopi yang ada di atas meja kerja saya. Tidak diduga, ternyata di sebuah negara yang hiruk-pikuk aktifitas sehari-harinya sungguh mencengangkan ternyata ada juga gerakan anti-caffeine dan short afternoon sleep.
Tidur Siang Sejenak dalam Padangan Kesehatan dan Produktifitas….
Continue Reading 7 comments October 19th, 2005