Posts filed under 'Religion'

Marhaban ya Ramadhan,
Bulan dimana nafas kita menjadi tasbih,
tidur kita menjadi ibadah,
amal kita diterima dan do’a kita di ijabah.
Sungguh cantik kain plekat,
dipakai orang pergi ke pekan.
Puasa Ramadhan semakin dekat,
silap dan salah mohon dimaafkan.

Berharap padi dalam lesung,
yang ada cuma rumpun jerami,
harapan hati bertatap langsung,
cuma terlayang lewat weblog ini.
Sebelum cahaya surga padam,
Sebelum hidup berakhir,
Sebelum pintu tobat tertutup,
Sebelum Ramadhan datang,
saya mohon maaf lahir dan bathin….
Taqqobalahu Minna Waminkum,
Taqoballahu Ya Karim,
Marhaban Ya Ramadhan
Allaahumma baariklanaa fi Sya’ban wa ballighnaa Ramadhan
Ya Rabb, berkahi kami pada bulan Sya’ban
dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan,
Amin.
September 22nd, 2006
Desperately Seeking Paradise: Journeys of a Sceptical Muslim karangan Ziauddin Sardar. Sebenarnya buku ini sudah ada di tumpukan daftar antrian buku bacaan akhir pekan saya sejak tiga minggu yang lalu. Tapi karena beberapa kesibukan, baru hari Ahad kemarin sempat saya baca. Buku ini sendiri hadiah dari seorang teman saya yang kebetulan menjadi salah satu peserta pameran buku di Kota Cirebon pada awal bulan Mei ini.
Buku ini sungguh menarik dari segi penuturan. Sekali memulai membacanya, sulit sekali untuk berhenti hingga akhirnya tak terasa telah rampung membaca keseluruhannya. Alur cerita yang mengalir lancar, pemakaian sejumlah metafora disana-sini, serta beberapa kejenakaan yang menambah gurih pemaparan membuat pembaca tidak akan bosan dan senantiasa bergairah untuk membuka lembaran demi lembaran.
Buku ini menceritakan sebuah perjalanan mencari “surga” dalam bentuk metaforanya. Zia, begitulah nama panggilan si penulis, adalah seorang intelektual Muslim kelahiran Pakistan yang bermigrasi ke Inggris sejak masa kanak-kanak. Secara disengaja maupun tak disengaja, Zia berinteraksi dengan berbagai manhaj dakwah dan juga pemikiran-pemikiran tentang membangun kembali peradaban Islam.
Yang menarik dari buku ini, yaitu kemampuannya mengajak kita untuk senantiasa mengkritisi setiap bentuk pemikiran ataupun manhaj dalam Islam. Buku ini juga mampu menceritakan berbagai macam topik-topik berat dengan gaya yang begitu ringan, menarik, dan sama sekali tidak membosankan. Anda akan diajak menelusuri sejarah peradaban Islam dari mulai jaman kelahirannya, puncak keemasannya sampai keruntuhannya. Pun juga bersentuhan dengan pemikiran, filsafat dan peperangan pemikiran yang seru antara Al-Ghazali, Ibnu Rushdi, Al-Farabi, Ahmad Arabi dan intelektual-intelektual Muslim ternama lainnya. Peristiwa-peristiwa kekinian yang penting dalam dunia Islam pun tak luput dari ulasan kritis Zia, seperti menggeliatnya sekularisme dan kemalisme di Turki, revolusi Islam di Iran, sampai tumbuhnya konsep masyarakat madani di Malaysia dan kemundurannya seiring tragedi konspirasi tingkat tinggi terhadap Anwar Ibrahim.
Saya terkesan dengan buku ini karena ia mengajak saya untuk kembali melakukan “pencarian” atas makna sesungguhnya dari Islam serta menumbuhkan semangat untuk tidak puas dengan yang ada dan senantiasa mencari pemahaman-pemahaman baru untuk membuahkan pemikiran-pemikiran strategis baru untuk ikut dalam membangun kembali peradaban Islam. Hal yang saya lupakan dan tinggalkan seiring dengan kesibukan saya sehari-hari.
Mungkin bagi beberapa kalangan, ulasan-ulasan dan pemikiran Zia terkesan liberal, hal yang paling ditakuti ketika ia disentuhkan dengan doktrin agama. Tetapi kalau kita lihat dari sisi lainnya, ini adalah sebuah pemikiran kritis untuk mencari sebuah jalan bagaimana mengimplementasi Islam dalam konteks kekinian.
Buku yang bagus, dan saya sangat menyarankan untuk dibaca oleh para aktivis dakwah untuk melihat dan mengkritisi sisi-sisi dari suatu pemikiran ataupun jalan dalam membangun kembali peradaban Islam. Tetapi saya sendiri kurang menyarankan jika buku ini dibaca oleh Muslim yang belum pernah bersentuhan atau mengenal gambaran seputar manhaj dakwah maupun pemikiran-pemikiran Islam yang ada, karena akan menyebabkan anda jadi bingung sendiri.
Secara keseluruhan dapat saya katakan bahwa buku ini dapat dikategorikan sebagai salah satu buku yang memberikan inspirasi baru bagi saya.
Continue Reading May 29th, 2006
AACE Worldwide Pty. Ltd., sebuah perusahaan Australia yang bergerak di bidang rekayasa berat, mengeluarkan sebuah produk yang diberi nama Auto Wudu Washer. Produk ini adalah sebuah mesin terotomatisasi yang digunakan untuk membantu seseorang dalam berwudhu. Sebagaimana dijelaskan dalam websitenya, produk ini memungkinkan seseorang melakukan wudhu baik dengan duduk maupun dengan berdiri.
Pembuatnya mengklaim bahwa produk ini fleksibel untuk digunakan serta mendukung keseluruhan proses ritual wudhu yang lengkap dan sah sebagaimana yang diajarkan Qur’an dan Sunnah. Produk ini memungkinkan seseorang membasuh anggota-anggota wudhu, dan juga mengumpulkan air di kedua tangan untuk berkumur dan melakukan istinsyaq (menghirup air ke hidung) yang dibeberapa mazhab termasuk kedalam ritual wudhu yang wajib.
Kelebihan alat ini yaitu dilengkapi sensor inframerah yang berguna untuk mengendalikan aliran air agar tidak terjadi pemborosan penggunaan air ketika berwudhu. Selain itu, desainnya juga dirancang sedemikian-hingga mencegah percikan/tumpahan air ketika berwudhu yang kerap membuat tempat wudhu menjadi becek dan licin. Juga, produk ini memungkinkan melakukan pengeringan anggota wudhu setelah berwudhu. Produk ini juga dilapisi dengan bahan anti-bakteri dan anti-jamur sehingga terjamin higienitasnya.
Menurut saya, produk ini cocok sekali bila dipasangkan terutama di gedung-gedung perkantoran untuk memberikan akses kemudahan bagi umat Muslim dalam melakukan ritual wudhu. Beberapa kali ketika saya berkunjung ke gedung-gedung perkantoran di Jakarta, saya sering kesulitan ketika hendak berwudhu. Apalagi jika gedung kantor tersebut menerapkan kebijakan toilet kering, dimana tidak disediakan kran air kecuali di washtafel. Kalau sudah begitu, terpaksa deh menggunakan washtafel untuk berwudhu. 
Berikut ini gambar teknis berwudhu dengan mesin Auto Wudu Washer versi berdiri…
Continue Reading May 23rd, 2006
Deny Hamdani menyusun paket serial buku elektronik yang akan membantu anda dalam mempelajari bahasa Arab. Bahasa Arab bagi umat Islam merupakan bahasa yang penting dan wajib untuk dipelajari. Hal ini karena kitab suci agama Islam yang merupakan sumber pedoman hidup bagi umat Islam adalah kitab dalam bahasa Arab.
“Sesungguhnya Kami menjadikan Al Quran dalam bahasa Arab supaya kamu memahami(nya).” (Q.S. Az-Zukhruf : 3)
“Pelajarilah kamu sekalian bahasa Arab dan ajarkanlah kepada manusia” (Hadits)
“Cintailah bahasa Arab karena tiga hal: pertama, karena aku adalah orang Arab; kedua, karena al-Qur’an berbahasa Arab; dan ketiga, karena bahasa penduduk surga adalah bahasa Arab.” (Hadits)
“Pelajarilah bahasa Arab karena sesungguhnya bahasa Arab itu merupakan suatu bagian dari agama kalian.” (Umar bin Al-Khatthab)
Serial buku elektronik tersebut tersusun atas beberapa bagian, yaitu:
- Fundamental Tatabahasa Arab (139 hal), memberikan penjelasan pada aturan baku tatabahasa Arab.
- Pelajaran Bahara Arab Modern (269 hal), menyajikan pengajaran bahasa Arab secara sistematis yang dilengkapi dengan soal latihan.
- Kosa Kata & Wacana Bahasa Arab (149 hal), memuat perbendaharaan kata dan memahami wacana bahasa Arab dengan cara yang lebih efisien.
- Kamus Denira Arab-Indonesia (359 hal), disusun berdasarkan alpabetis untuk mempermudah proses pencarian kata.
- Memahami Tatabahasa Al-Quran (175 hal), menjelaskan tatabahasa Arab secara sistematis, memuat metode praktis menterjemahkan Quran, contoh-contoh dan 80% kosa kata dalam Al-Quran.
- Kamus Denira Al-Quran (143 hal), memuat kata-kata dalam Al-Quran yang disusun berdasarkan kelompok kata akar.
Jika anda tertarik, anda dapat melihat informasi lebih lanjut di website Deny Hamdani. Atau juga dapat langsung mendownload overviewnya pada taut ini:
Continue Reading May 18th, 2006
Kemenangan Partai Hamas dalam pemilu legislatif Palestina yang berlangsung secara demokratis, jujur, dan adil justru membuat AS dan beberapa negara UNI Eropa seperti kebakaran jenggot. Respon yang berlebihan mereka tunjukkan dengan melakukan embargo terhadap Palestina. Seperti biasa, inilah bentuk perilaku standar ganda yang sama sekali tidak sejalan dengan slogan dan kampanye demokrasi yang selalu mereka gembar-gemborkan ke berbagai penjuru dunia.
Seperti diberitakan di portal eramuslim.com dan pks-sejahtera.org, embargo yang dilakukan AS dan Uni Eropa, telah menyebabkan rakyat Palestina menderita. Suplai bahan makanan pokok dihalang-halangi tentara Israel, sehingga persediaan bahan makanan menipis. Rumah sakit kehabisan persediaan obat-obatan, pegawai pemerintah belum menerima gaji, dan rakyat kesulitan berusaha. Rakyat Palestina harus menerima hukuman hanya karena mereka memilih pemimpin sesuai dengan hati nuraninya. Ini ironis dan jelas merupakan pelanggaran terhadap nilai-nilai kemanusiaan.
Sebagai bentuk solidaritas, pada hari Ahad tanggal 7 Mei 2006, di seputaran Bundaran HI Jakarta dilakukan aksi solidaritas untuk menuntut agar AS dan UNI Eropa mencabut embargo terhadap Palestina. Pada aksi ini juga dilaksanakan penggalangan dana kemanusiaan untuk Palestina. PKS yang menjadi penggerak aksi solidaritas ini mengajak para kadernya dan segenap elemen bangsa Indonesia yang peduli untuk menyisihkan minimal Rp 10.000 untuk disumbangkan kepada rakyat Palestina.
Detik.com dalam tajuk Aksi PKS Hasilkan Rp 700 juta memberitakan bahwa dari aksi yang dilakukan pada hari Ahad ini telah berhasil dikumpulkan dana sekitar 700 juta rupiah. Sedangkan PKS sendiri menetapkan target terkumpul dana bantuan sejumlah $10 juta dalam satu bulan ini. Untuk itu akan dibuka pos-pos penggalangan dana dan juga rekening bank untuk memudahkan akses penggalangan dana.
Dari sumber yang lain juga dikatakan bahwa, penggalangan dana dengan tagline ONE MAN ONE DOLLAR TO SAVE PALESTINA ini merupakan implementasi fatwa dari Organisasi Konferensi Islam (OKI) yang mewajibkan seluruh umat muslim yang mampu untuk ikut membantu saudara-saudaranya di Palestina.
Di Indonesia, penyaluran dana dapat melalui Lembaga Komite Indonesia Untuk Solidaritas Palestina (KISPA) pada nomor rekening:
Bank Syariah Mandiri Cabang Thamrin Jakarta
No Rek 009.019.0288
a.n. KISPA.
Untuk lebih jelasnya, silahkan kunjungi situs infopalestina.com dan juga pk-sejahtera.org.
Continue Reading May 7th, 2006